Review jurnal

REVIEW JURNALISTIK
NAMA :Baiq Sukiah
NIM :200301064
KLS :KPI 3B
MK :Jurnalistik
Dosen Pengampu :Adri Kurniawan, M. Si

IDENTITAS JURNAL
Judul :Resitensi Ruang Publik di Tengah COPID-19 Perspektip Islam dan Komunikasi Multikultural (https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/komunike/article/view/2253)
Jurnal : Komunike
Volume dan Halaman : Vol XII. No, 1. Hlm 24-40
Penulis :Andri Kurniawan, Nibrasatul Yumna dan Erna Tantri
Reviewer : Baiq Sukiah
Tujuan : Untuk memaparkan ruang publik dalam keadaan yang berbeda di tengah pandemi dalam perspektif Islam dan multikultural.
A. PENDAHULUAN
Islam dalam pandangan komunikasi multikultural selalu mengedepankan komunikasi yang moderat tanpa ada dikotomi ras, suku dan agama. Dasar toleransi yang tinggi kemudian menjadikan Islam sebagai agama yang mampu berdialektika dengan berbagai budaya dan agama. Terlebih pada saat pandemic Covid-19 yang harus memperhatikan kondisi lawan bicara dan tradisi yang meliputinya dengan mudah disesuaikan terhadap berbagai bentuk dinamika sosial yang terjadi. Kegiatan komunikasi multikultural saat pandemi berjalan tidak seperti biasanya karena harus lebih mengedepankan untuk menghindari bahaya terinfeksi virus dibandingkan manfaat komunikasi. Tentu ini akan berpengaruh terhadap beberapa titik kumpul masyarakat yang dijadikan sebagai ruang publik. Ruang publik di tengah pandemi Covid-19 mengalami dinamika yang signifikan, bagaimana tidak ruang publik yang menjadi ruang milik bersama sebagai arena sharing opini masyarakat menjadi serba terbatas terlebih dalam pandangan Islam yang menekankan untuk menghindari diri dari wabah. Menjauh dari wabah Covid-19 berarti menjauh pula dari kerumunan masyarakat sebagai bentuk prioritas untuk menghindari mudarat.
B. Metode Penelitian
Metode penelitian ini menggunakan library research yaitu pendekatan dengan teknik pengumpulan data melalui sumber-sumber kepustakaan yang memiliki relevansi kajian penelitian dengan menggunakan indepth analysis sebagai telaah termasuk penelitian. Jenis penelitian yang dilakukan dengan jenis antropologi sosial, telaah terhadap keberadaan ruang publik di tengah pandemic Covid-19 pada masyarakat Islam dan Multikultural. Adapun langkah dalam peneliian ini dengan mengumpulkan bahan-bahan kepustakaan yang relevan terhadap tema penelitian atau yang disebut sebagai teknik literer. Teknik literer sangat menentukan dalam penelitian selain sebagai teknik pengumpulan data juga sebagai penguatan dan pengabsahan data-data penelitian melalui literature review dalam pengembangan kajian atau analisis yang memili ki relevansi berdasarkan substansi. Kemudian dilakukan pula teknik analisis data penelitian dengan teknik content analysis, analisis yang dapat menghasilkan luaran konklusi data.
C. Subtansi (hasil penelitian)
1. Komunikasi multikultiral
komunikasi antarbudaya (multikultural) yang merupakan salah satu bidang kajian dalam ilmu komunikasi. Teori komunikasi multikultural mempunyai daya tarik untuk dibahas pada konsep behaviorisme yang secara khusus menggenralisasi konsep komunikasi diantara komunikator dan komunikan yang berbeda kebudayaan dan membahas pengaruh kebudayaan terhadap kegiatan komunikasi. Komunikasi multikultural dalam interpretasi yang berbeda sebagai suatu proses komunikasi simbolik, interpretatif, transaksional, kontekstual yang dilakukan oleh sejumlah orang karena memiliki perbedaan derajat kepentingan tertentu, memberikan pengertian dan harapan secara berbeda terhadap apa yang disampaikan dalam bentuk perilaku tertentu sebagai makna yang dipertukarkan.
2. Pengertian ruang publik
Ruang publik dikenal juga dengan istilah public sphere yang ditulis pertama kali pada 1962 dalam bahasa jerman oeffentlichkeit oleh Jurgen Habermas. Ruang publik tersebut pada dasarnya merupakan ruang yang tercipta dari kumpulan orang orang tertentu dalam konteks sebagai kalangan borjuis yang diciptakan seolah-olah sebagai bentuk penyikapan terhadap otoritas publik. Habermas mengatakan kebebasan berbicara adalah syarat utama agar terjadi komunikasi umum dan diskursus tingkat tinggi walaupun mungkin itu sulit dilakukan. Kebebasan yang dimaksud apabila situasi dan kondisi yang mendukung untuk mengemukakan pendapat dan semua individu mendapat akses yang sama untuk berbicara. Saling berkumpul dan menyelesaikan persoalan- persoalan yang ada di dalam masyarakat. Dengan saaling berbagi ruang dan waktu untuk menyelesaikan isu tersebut.
3. Hubungan ruang publik dengan COPID-19
Covid-19 atau yang sering disebut dengan Virus Corona, beberapa tanpa asal dilacak, telah diidentifikasi dan cepat berkembang di Eropa, Amerika Utara, Asia, dan Timur Tengah, dengan kasus yang dikonfirmasi pertama kali diidentifikasi di Negara Afrika dan Amerika Latin.. Pada saat pandemi Covid-19 merebak di tanah air kemudian menjadikan ruang publik merubah konsep menjadi daring (online). Kemudian setelah pandemi copid-19 ini terjadi banyak tempat tidak lagi ramai seperti baiasanya karena kondisi wabah yang mengharuskan masyarakat merubah pola komunikasi dari ruang publik terbuka menjadi ruang publik daring menjadi dominan. Namun, setelah berbagai negara termasuk Indonesia telah menerapkan sitem new normal life ruang publik terlihat semakin hidup walaupun harus dengan memegang protokol Kesehatan yang telah ditetapkan.
Perkembangan ruang publik tidak hanya terpaku pada perkumpulan sekelompok orang tertentu dalam ranah menempati satu ruang yang sama, bertukar pandang dan komunikasi secara langsung. Tapi ada satu wadah baru yang dapat menjadi ruang publik yaang menampung keberagamanan, baik itu budaya, ras,kelas sosial dan lain sebagainya. Yaitu adanya internet dan sejumlah aplikasi media sosial yang mefasilitasi. Seperti hadirnya Twitter, sejumlah persoalan ditampung di bincangkan oleh pengguna aktif yang tentunya memiliki peranana penting dan pengaruh besar untuk sampai kepada pemegang kebijakan. Dalam tinjauan Islam melihat dinamika saat ini relevan dengan anjuran pemerintah dan agama untuk berperilaku hidup yang sehat, tetap diam di rumah atau beraktifitas dengan konsep new normal life sebagai ikhtiar untuk menghindari diri dari wabah yang sedang merebak di tanah air. Menghindari diri dari musibah, wabah atau marabahaya lebih diutamakan dari pada mengambil kebaikan (maslahat). Namun apabila ingin melakukakn kegiatan diluar rumah bisa dilakukam dengan tetap melakukan protok kesehatan seperti seperti menggunakan masker, duduk berjarak dan mencuci tangan setelah memegang benda yang bersifat umum menjadi buah komitmen untuk bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
D. Kelebihan dan Kekurangan
1 Kelebihan jurnal ini adalah cara menyampaikan dan pemaparan matei mengenai resitensi ruang publik di tengah COPID-19 perspektip dan komunikasi multikultural sudah lengkap dan jelas. Mulai dari di jelaskan apa itu komunikasi multikultural, ruang publik dan sampai kepada COPID-19. Dan didalam jurnal ini juga diberikan contoh dan gambar untuk membuktikan bagaiman keadaan yang terjadi sehingga memudahkan kita untuk memahaminya. Kemudian dalam jurnal ini, penulisan judul sudah benar, di cetak dengan menggunakan huruf besar atau kafital dan dicetak tebal (bold) dan penulis juga sudah membuat identitas jurnal dengan lengkap mulai dari nama penulis ditulis di bawah judul tanpa gelar dan huruf awalnya di awali huruf kafital. Dan nama perguruan tinggi dan alamat surel (email) ditulis di bawah nama penulis tersebut.
2. Kekurangan , Menurut saya jika kita mencari kekurangan dalam sebuah jurnal muungkin sangat sulit untuk mencarinya karena setiap penulis mempunyai kemampuan dan metode yang berbeda-beda. Namun menurut saya kekurangan yang ada dalam jurnal ini adalah ada sedikit tulisan yang salah seperti pada kata berbeda di tulis bebrebda dan pada kalimat kesepatan di tulis kesepatn.
E. Saran
Kemudian saran saya kepada penulis semoga kedepannya banyak menerbitkan atau membuat banyak jurnal untuk bisa dijadikan rujukan dan semoga kedepannya jurnal ini gaya penulisannya lebih mudah supaya pembaca lebih mudah memahami isi jurnal tersebut.

Memanfaatkan waktu dimasa pandemi copid 19

Seiring dengan pandemi corona virus yang terus berlangsung, banyak waktu luang terbuang isa-sia oleh banyak orang. Kebanyakan dari mereka tidak tahu harus mengisi waktu dengan kegiatan apa selama pandemi ini.
Seperti yang diketahui bahwa pandemi ini memang sudah merenggut kebebasan banyak orang untuk bepergian keluar rumah. Banyaknya waktuu luang dirumah membuat banyak orang jenuh dan menjalani hari dengan rebahan dikamar saja.

Pada dasarnya banyak kegiatan yang bisa dilakukan selama masa pandemi ini.
Salah satu kegiatan positif yang dilakuakan oleh masyarakat dusun sanggas sari, desa sigar penjalin, KLU.Yaitu membuat kacang mete dari buah mete. Pembuatan kacang mete ini dilakukan terinspirasi dari masyarakat atau ibu-ibu yang tidak ada pekerjaan selama pademi copid 19 ini.
Pembuatan kacang mete ini, diketuai oleh Alwan Jaya. Penjualan kacang mete ini dimulai dari warung-warung dan toko-toko yang ada di KLU. Kemudian juga kacang mete ini bisa dipesan lewat online juga. Kacang mete ini semakin hari semakin berkembang, banyak masyarakat mulai mengenal dan membeli untuk dijadikan cemilan santai.

Penjara suci

Penjara suci…

Apa itu penjara suci…

Dialah tempatku untuk berproses

Mengajarkanku untuk bisa mandiri

Mengajarkanku untuk harus jauh dari orang tua

Mengajarkanku untuk jauk dari keluarga

Penjara suci…

Tempatku untuk bisa berproses untuk menjadi lebih baik…